Seperti yang sudah kita pahami bersama bahwa suatu konstruksi modern, seperti perumahan, jalan raya, jembatan, hingga berbagai bangunan komersil membutuhkan beton untuk proses konstruksinya.

Semua beton tersebut dibuat berdasarkan jumlah dan juga kualitas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Maka, untuk bisa memperkirakan semua dana yang bisa dikeluarkan untuk konstruksi, perlu mengetahui cara menghitung kebutuhan pengecoran.

Pembetonan yang membutuhkan material seperti agregat, semen hidrolis, dan juga air ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk proyek yang besar. Maka, dalam setiap konstruksi baik besar maupun kecil, dibutuhkan perhitungan yang tepat, khususnya kebutuhan pengecoran.

Secara sederhana, berikut ini akan dijelaskan cara menghitung kebutuhan pengecoran. Diharapkan bisa membantu dalam menentukan budget untuk penyediaan beton cor dalam konstruksi.

Cara Menghitung Kebutuhan Pengecoran dengan Menggunakan Perbandingan

Bahan yang dipakai dalam pengecoran adalah agregat halus, agregat kasar, semen, dan juga air. Semua bahan pada akhirnya diaduk dan dicampur baik secara manual maupun menggunakan mesin. Akan tetapi, untuk tahu cara menghitung kebutuhan pengecoran, semua bahan tersebut harus ditentukan dahulu perbandingannya.

Perbandingan bahan paling umum yang dilakukan adalah 1:2:3.

Artinya pengecoran memakai 1 ember semen, 2 ember pasir, 3 ember split.

Selain menghitung perbandingan semua bahan material yang dibutuhkan, kita juga harus menghitung volume beton yang akan dibuat.

Kita ambil contoh:

  • Beton akan dipakai untuk membuat dak dengan ukuran: 20 meter x 6 meter x 10 cm.
  • Perbandingan bahan yang dipakai 1:2:3
  • Kita hitung dulu volume beton= 20x6x0,1= 12m3
  • Total campuran seluruh material adalah= 1+2+3=12

1/12 semen, 2/12 pasir, 3/12 split.

Cara penghitungan di atas adalah yang paling sederhana. Untuk proyek besar, maka para insinyur akan menghitungnya dengan teliti untuk menentukan seluruh kebutuhan beton yang akan dibutuhkan.  Jika kurang tepat dalam menghitung, maka akan membuat pembiayaan pengecoran bisa membengkak.

Bagi yang belum terlalu paham tentang cara menghitung kebutuhan pengecoran, maka saat ini sudah ada jasa pembuatan cor beton yang bisa membantu dalam perhitungan di atas. Baik kuantitas maupun kualitas, akan disesuaikan dengan pesanan.

Penggunaan jasa ini banyak digunakan dalam proyek besar maupun menengah. Sedangkan proyek kecil dan sederhana lebih baik memilih untuk membuat cor sendiri dimana mesin pengolahan beton atau mixer kini sudah bisa didapat dengan sistem sewa.

Manfaat Cara Menghitung Kebutuhan Pengecoran untuk Proyek Konstruksi

Dengan memakai cara menghitung kebutuhan pengecoran yang benar dan tepat, maka akan bisa memberikan banyak manfaat:

  1. Menentukan jumlah pekerja
  2. Mengurangi pembengkakan biaya dalam konstruksi
  3. Memperkirakan kuantitas beton dalam konstruksi
  4. Mampu menentukan mutu dan kualitas beton yang dibutuhkan

Dengan keuntungan di atas, maka setiap proyek bisa melakukan efisiensi dalam hal waktu, tenaga, dan juga biaya. Apalagi bagi proyek besar seperti pembangunan infrastruktur publik, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, rumah susun, dan lain-lainnya, penghitungan perlu dilakukan dalam awal perencanaan proyek.

Bukan hanya itu, beton yang akan diproduksi, baik itu precast, readymix, dan juga site mix juga harus sesuai dengan standard an persyaratan, berupa:

  1. Kadar semen minimum untuk beton
  2. Kadar udara dalam beton
  3. Nilai slump
  4. Ukuran agregat maksimum, baik pasir maupun split
  5. Kuat tekan yang memenuhi syarat
  6. Penggunaan bahan tambah
  7. Dll

Semua hal di atas dapat membantu menentukan karakteristik dari sebuah beton yang akan dibuat. Maka untuk bisa memenuhi semua standar di atas, perhitunagn kebutuhan material sangat diperlukan.

Untuk Kebutuhan Betonnya sila lihat di laman:

Harga Ready Mix

Semua karakteristik dalam beton di atas yang telah dipersyaratkan dapat menentukan proporsi campuran pengecoran tiap m3. Maka, cara menghitung kebutuhan pengecoran harus berpatok pada mutu beton dan karakter beton yang akan dibuat untuk konstruksi.

Cara Menghitung Kebutuhan Pengecoran Berdasarkan Karakteristik Beton

Untuk menentukan proporsi pengecoran, maka dilakukan beberapa tahap yang sedikit lebih rumit dibanding langkah di atas, yaitu:

  1. Memilih slump
  2. Memilih besar agregat maksimum, baik agregat kasar maupun halus
  3. Memperkirakan air untuk pencampuran dalam beton dan juga kandungan udara di dalamnya. Penggunaan air juga bergantung pada temperature beton dan juga penggunaan bahan kimia tambah
  4. Menentukan rasio anatara air, semen
  5. Menghitung kebutuhan semen, agregat kasar, agregat halus
  6. Memperhitungkan kelembaban agregat untuk menyesuaikan perhitungan

Ternyata, cara menghitung kebutuhan pengecoran bukanlah hal yang sederhana jika beton akan digunakan untuk konstruksi dengan kebutuhan beton yang spesifik karakternya. Semua hal harus memenuhi persyaratan.

Pada umumnya, proporsi beton ini bergantung pada penggunana beton tersebut. Misalnya, untuk beton yang tingkat pengerjaannya memakai pompa, atau bagi beton yang akhirnya akan dicetak dalam tulangan baja, maka penggunaan agregat bisa disesuaikan.

Untuk kedua kondisi tersebut, maka pengurangan agregat kasar bisa mencapai 10% dari nilai yang disyaratkan. Meskipun demikian, di saat yang sama, nilai slump dan juga rasio air-semen harus sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk menjamin mutu dan kualitas beton yang akan dibuat.

Melihat uraian di atas, maka cara menghitung kebutuhan pengecoran bukanlah hal yang mudah. Utamanya bagi proyek yang diperuntukkan bagi publik, maka karakter beton harus sesuai dengan yang disyaratkan dan sesuai rancangan awal.