Beton adalah bahan utama dalam konstruksi di jaman ini. Jika dulu kayu adalah bahan utama dalam dunia teknik sipil, kini material dan bahannya makin beragam. Berbagai bahan dari besi dan baja juga turut mengambil andil dalam perkembangan dunia konstruksi ini. Salah satu perannya ialah dalam konstruksi struktural.

Konstruksi ini memakai beton yang dibuat dari pencampuran pasir, agregat kasar dan halus, semen, air, dan terkadang diberi pula bahan tambah. Dengan sifatnya yang menyerupai batu yang keras, maka beton ini juga akan memiliki kuat tekan yang tinggi dengan kuat tarik yang rendah. Maka penggunaannya banyak diaplikasikan untuk konstruksi struktural.

Jenis konstruksi ini bisa diterapkan dalam banyak proyek, seperti jalan, jembatan, gedung bertingkat sampai dengan rumah tinggal. Untuk pembuatan gedung maupun rumah tempat tinggal, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa hal tersebut akan di bahas di bawah ini:

Persyaratan Konstruksi Struktural untuk Gedung

Persyaratan konstruksi struktural yang melibatkan pembetonan untuk rumah tinggal ini akan meliputi banyak aspek, yaitu desain dan juga konstruksi beton cetak. Semuanya perlu diterapkan untuk memastikan pembetonan untuk tempat tinggal sudah sesuai dengan desain dan  perencanaan awal.

Dengan demikian, maka baik pembangunan hunina sederhana hingga hunian tingkat tiga, pembetonan struktural bisa sempurna dan hasilnya akan awet dan kokoh.

Jaminan mutu beton

Yang pertama adalah tentang jaminan mutu beton dalam konstruksi struktural, utamanya untuk sebuah gedung bangunan, baik rumah maupun bangunan lain pada umumnya.

Jaminan mutu ini dimulai dari pemilihan dan pengawasan akan material pembentuk beton. Harus dihindari sebisa munkin bahwa material tidak boleh cacat maupun rusak karena bisa membuat kualitas beton kurang maksimal hasilnya bahkan beton untuk konstruksi bisa cepat retak dan rusak.

Baca juga:

Harga Ready Mix

Penggunaan aksesori cetakan beton

Untuk beton tertentu harus memakai cetakan dalam pembentukan ukuran dan dimensi yang diinginkan.  Untuk pemilihan cetakan ini, pemilihannya harus berdasarkan standar yang ditetapkan. Pakailah aksesori yang diproduksi oleh pabrik yang memiliki reputasi yang baik.

Sebagai pengikat cetakan, bisa memakai pengikat cetakan pada dinding dengan plat penghalang air integral ataupun penghalang air positif yang mampu diterima dan tidak merusak kualitas beton.

Desain konstruksi struktural

Desain ini terkait dengan cetakan pada beton. Penggunaan elemen cetakan ini bisa meliputi beberapa alternatif material, berupa: waterstop, sisipan, selongsong, maupun angkur.

Desain cetakan ini harus mampu mengoptimalkan fungsi dari beton cor yang dibuat untuk konstruksi, utamanya yang digunakan sebagai struktur.

Desain beton untuk konstruksi struktural ini harus mampu mendukung beban-beban yang dilimpahkan kepadanya. Desain harus mmapu pula menahan tekanan yang diakibatkan dari kegiatan pengecoran dan juga vibrasi beton. Penggunaannya harus dapat mempertahankan toleransi yang diharapkan.

Beton Bertulang untuk Konstruksi Struktural

Untuk konstruksi struktural dibutuhkan beton bertulang. Jenis beton ini merupakan gabungan dari dua jenis elemen, yaitu beton  dengan kuat tekan yang tinggi namun dengan kuat traik rendah, serta tulangan baja yang ditanamkan dalam beton polos.

Penggunaan beton tulangan sangat cocok untuk konstruksi struktural dengan kuat tarik yang diperlukan. Adanya tulangan berupa baja di dalam beton membuat beton lebih kuat dan kokoh hingga mampu menahan beban mati maupun hidup sebuah gedung.

Seperti halnya proses konstruksi lainnya, pada penulangan beton, pembuatannya harus pula melalui proses yang dipersyaratkan sesuai dengan standart yang ada. Ketika beton di cor, maka tulangan yang berasal dari baja harus bersih dan bebas dari material lainnya. Material yang ada di dalamnya bisa merusak lekatan, baik yang mengandung unsur kimia maupun organik.

Untuk konstruksi struktural, maka akan lebih baik jika tulangan ini bebas dari karat, dan juga tanpa cacat apapun dari pabrik. Namun, jika tidak memungkinkan di mana kondisi tulangan mengalami karat dan cacat dari pabrik, maka masih bisa dipakai asalkan masih dalam nominal minimum yang diijinkan, meliputi berat nominal dan tinggi sesuai yang dipersyaratkan.

Selain tulangan berupa baja, material untuk beton polos di  mana baja akan ditanamkan harus diperhatikan pula. Material harus bersih dan bebas dari material lain yang bisa mengganggu kualitas beton. Bahan/ material untuk beton adalah:

  • Agregat halus maupun kasar, perlu diisimpan dan diperlakukan sedemikian rupa. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya segregasi dan untuk menghindari adanya pencampuran material lain ke dalam agregat. Penyimpanan akan lebih baik dilakukan dalam lokasi yang bebas dari saluran air. Agregat yang tercampur dengan lumpur tidak boleh digunakan lagi karena akan merusak kualitas beton dan tidak layak untuk digunakan dalam konstruksi struktural.
  • Semen, dipilih dari semen Portland maupun semen lain  yang pemilihannya berdasarkan kondisi konstruksi dan syarat yang ada
  • Air, merupakan bahan panting dalam pengadukan  beton. Untuk pencampuran beton sempurna, maka air harus memakai air minum yang bersih dan terhindar dari kontaminasi.
  • Bahan tambah, merupakan bahan yang bisa ditambahkan ke dalam adukan beton untuk kondisi tertentu, salah satunya jika proses pengecoram mengalami kendala  hingga membuat pengecoran harus tertunda.

Bahan di atas bisa dipakai dalam pembuatan beton segar untuk membuat kosntruksi struktural yang kyat dan kokoh.