Dalam dunia konstruksi, fly ash atau Abu terbang bukan lagi menjadi material yang asing. Sekarang, hampir semua produksi beton menggunakan bahan fly ash ini agar kualitas dan daya tahan produk beton meningkat, khususnya ready mix concrete Dengan menggunakan fly ash, kemampuan kerja sebuah beton dapat meningkat secara maksimal.

Sekalipun fly ash memiliki manfaat yang bagus akan tetapi dalam penggunaannya harus tetap waspada dan hati-hati. Dibutuhkan pengetahuan seputar penggunaan dan tindakan yang tepat karena akan berakibat pada pencampuran, pengembangan kekuatan, pengaturan waktu, serta daya tahan.

Baca juga:

Struktur Beton

Definisi Fly Ash atau Abu Terbang

Fly Ash atau Abu terbang merupakan residu yang dihasilkan dari pembakaran batu bara, berupa partikel halus pada sebuah pembangkit listrik. Titik lebur yang dimiliki Abu terbang (Fly Ash) yaitu sekitar 1300 derajat celcius dan memiliki densitas (massa jenis), antara 2.0 – 2.5 g/cm3. Material sisa-sisa dari pembakaran batu bara ini mengalir dari ruang pembakaran melalui corong gas dan menjadi semburan asap yang menyebar ke udara.

Berbeda dengan semen yang memiliki kemampuan mengikat. Fly ash tidak memiliki kemampuan mengikat. Akan tetapi, karena fly ash memiliki partikel-partikel yang halus jika di campur dengan air, kandungan dalam fly ash berupa oksida silica akan memunculkan reaksi kimia dengan kalsium hidroksida. Dengan terbentuknya proses hidrasi ini, kemudian menghasilkan zat yang dapat memiliki kemampuan mengikat, seperti halnya semen.

Abu terbang yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan fly ash mulanya adalah limbah pada pembangkit tenaga listrik, limbah ini merupakan hasil pembakaran batu bara. Dahulu, fly ash dihasilkan oleh produksi yang dilakukan secara sederhana, yaitu melalui corong gas kemudian terbang bebas bercampur dengan udara.

Baca juga:

Cara Menghitung Kebutuhan Cor

Dari proses tersebut tentu dapat memicu masalah bagi lingkungan setempat seperti pencemar udara, pencemaran air, maupun pencemaran tanah. Karena limbah abu terbang ini dibuang sebagai timbunan. Di Indonesia sendiri, abu terbang termasuk kategori B3 yaitu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Manfaat dari Fly Ash

Pencemaran fly ash  yang menyebabkan kerusakan lingkungan tentu harus terminimalisir bahkan harus dihindari. Oleh karenanya, harus ada jalan keluar sebagai upaya penanganan pencemaran fly ash, salah satunya dengan cara menggunakan kembali limbah tersebut untuk diolah menjadi bahan yang bermanfaat.

Dengan adanya pengolahan limbah yang tepat, fly ash ternyata dapat digunakan sebagai bahan baku beton. Bahkan, mampu meminimalisir biaya pembuatan menjadi lebih ekonomis dan juga menekan terjadinya pemanasan global. Beton yang dihasilkan juga mampu bertahan dan memiliki tingkat kekuatan jangka panjang.

Baca juga:

Harga Ready Mix

Pemanfaatan  fly ash dapat digunakan untuk produksi dan pekerjaan bahan bangunan, konstruksi jalan, material pengurukan dan aplikasi pertanian. Dibawah ini adalah beberapa contoh manfaat dari fly ash antara lain:

  1.  Produksi beton, produksi mortar dan lain-lain.
  2. Produksi semen, keramik, bata, dan paving.
  3. Penimbunan batu bara, pengurukan konstruksi, , pengisian lahan tambang, an pengisian lahan kosong
  4. Pembuatan tanggul, trotoar dan pengerasan pada landasan
  5. Bahan pembenah tanah, reklamasi lahan dan produksi pupuk majemuk.

Baca juga:

Fungsi Beton Precast

Ketentuan dalam pemakaian Fly Ash

Kadar pemakaian fly ash untuk campuran beton dipengaruhi oleh kualitas fly ash dan jenis semen yang digunakan. Setiap negara memiliki batching plant masing-masing, hal ini dikarenakan karakter dan sifat beton yang masih segar dan beton yang sudah mengeras dipengaruhi oleh:

  1. Penggunaan jenis semen
  2. Penggunaan kelas fly ash dan pengontrolan kualitas mutu
  3. Senyawa kimia yang terkandung dalam fly ash, setiap kandungan senyawa kimia bisa berbeda-beda dalam penggunaan  tiap materialnya. Hal ini berdampak pada karakter dan sifat beton tersebut.
  4. Penggunaan material halus dan senyawa kimia yang terkandung di dalamnya
  5. Penggunaan material kasar dan senyawa kimia yang terkandung di dalamnya

Menghitung kadar fly ash

Kadar Fly ash dihitung dengan cara membagi berat dari fly ash dengan berat total fly ash + semen :

Kadar Fly Ash

Rentang nilai yang diberikan sesuai peraturan standar SNI, ACI dan ASTM adalah 15 % – 25 %.

Demikian beberapa hal yang dapat dipaparkan terkait dengan Fly Ash dan peruntukannya. Bagi Anda yang sedang mencari referensi seputar Fly Ash semoga apa yang sudah didapatkan, bisa menjadi afirmasi dalam memilih Fly Ash untuk kebutuhan bangunan Anda.